Jihad Telah Menyibukkanku dari Banyak Membaca Al-Quran

Atsar dari Khalid radhiyallahu’anhu yang berkaitan dengan perkara ini begitu populer, untuk menentukkan shahih tidaknya penisbatan atsar ini kepada beliau, maka pembahasannya adalah sebagai berikut:

Atsar ini atau yang senada dengannya diriwayatkan dari beberapa jalur dari Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu dan dengan beberapa redaksi/teks yang agak berbeda:

PERTAMA: Diriwayatkan oleh Abu Ubaid dalam Fadhail Al-Quran (hal.189), Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf (10/552) dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq (16/250) dari jalur Al-Fadhl bin Dukain, dari Al-Walid bin Abdullah bin Jumai’, dari seseorang:

أن خالد بن الوليد أم الناس بالحيرة فقرأ من سور شتى ثم التفت إلى الناس حين انصرف فقال شغلني عن تعليم القرآن الجهاد

Artinya: “Bahwa Khalid bin Walid mengimami orang-orang dalam shalat di Hirah, maka ia membaca beberapa surat yang berbeda-beda. Ketika bersalam, ia berkata: “Jihad telah menyibukkanku dari pengajaran Al-Quran”.
Sanad hadis ini dhoif, karena didalamnya terdapat rawi yang tidak disebutkan namanya, artinya ada rawi yang majhul: tidak diketahui siapa orangnya dan apa derajatnya dari segi Jarh atau Ta’dil. Juga terdapat rawi yang bernama Al-Walid bin Abdullah bin Jumai’: “ia shoduq, tapi memiliki beberapa kesalahan, dan dituduh bermadzhab syiah”. Lihat At-Taqrib (7432).

KEDUA: Diriwayatkan oleh Abu Ubaid dalam Fadhail Al-Quran (hal.189), Imam Ahmad dalam Fadhail Shahabah (1477), Ibnu Abi Syaibah (5/217), Abu Ya’la dalam Musnadnya (13/143), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq (16/250) dari jalur Ismail bin Abi Khalid, dari Qais bin Abi Hazim, bahwa Khalid berkata:

لقد شغلني الجهاد في سبيل الله عن كثير من قراءة القرآن

Artinya: “Jihad fi sabilillah telah menyibukkanku dari banyak membaca Al-Quran”.

Jalur kedua ini semua rawinya tsiwah, sanadnya shahih, dan telah dinilai shahih oleh Al-Haitsami dalam Al-Majma’ (9/350) dan Hafidz Ibnu Hajar dalam Al-Mathalib Al’Aaliyah (16/314).

Kesimpulannya: Atsar Khalid yang pertama diatas dhoif, namun atsar yang kedua shahih berasal dari beliau.

Catatan: Ucapan Khalid tersebut “Jihad fi sabilillah telah menyibukkanku dari banyak membaca Al-Quran”.
Ini tidak menunjukkan bahwa beliau meninggalkan bacaan Al-Quran secara mutlak karena jihad, namun beliau hanya mengisyaratkan bahwa jihad dan perang di jalan Allah menghalanginya dari banyak membaca Al-Quran seperti banyaknya bacaan Quran para sahabat lainnya. Juga tidak boleh dipahami bahwa Khalid radhiyallahu’anhu sangat sedikit membaca Al-Quran seperti kita saat ini, namun beliau hanya membandingkan kadar bacaan Al-Qurannya dengan banyaknya bacaan para sahabat pada zaman mereka. Boleh jadi beliau hanya membaca satu juz per hari atau lebih, yang mana pada zaman para sahabat, kadar yang seperti ini dianggap tidak terlalu banyak, karena kebiasaan mereka mengkhatamkan Al-Quran maksimal tujuh atau sepuluh hari. Wallaahu a’lam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*