Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab as Shiyam (16)

0
23

Halaqah ke-16

#Bulughul_Maram

#Kitab_Puasa

Hukum muntah saat puasa

Hadits nomor 670

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda :

مَنْ ذَرَعَهُ القَىْءُ، فَلاَ قَضَاءَ عَلَيْهِ، وَمَنِ اسْتَقَاءَ، فَعلَيْهِ القَضَاءُ. رَوَاهُ الخَمْسَةُ، وَأَعلَّهُ أَحْمَدُ، وقَوَّاهُ الدَّارَقُطْنِيُّ

“Barangsiapa yang muntah, maka tidak ada qadha baginya. Tetapi barangsiapa yang muntah dengan sengaja, maka ia wajib mengqadha puasanya.” HR. Imam yang lima (Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad). Imam Ahmad mengklaim sebagai hadits yang cacat sementara Ad-Daruquthni menshahihkan hadits ini.

Derajat Hadits :

Diriwayatkan oleh Abu Daud (2380), At-Tirmidzi (720), An-Nasa’i di Sunan Al-Kubra (3/317), Ibnu Majah (1676), Ahmad (16/283) dari jalan Isa bin Yunus, dari Hisyam bin Hassan, dari Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu. Hadits ini secara nampak shahih karena semua perawinya tsiqah tapi yang benar hadits ini Mauquf (perkataan Abu Hurairah) dan bukan perkataan Rasulullah ﷺ sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Al-Bukhari.

Penjelasan Hadits :

Dalil bahwa orang yang muntah dengan sengaja puasanya batal dan harus mengqadha puasanya. Ini pendapat jumhur ulama. Adapun jika muntah tidak disengaja maka tidak membatalkan puasa. Rasulullah ﷺ bersabda

عفي لأمتي عن: الخطأ، والنسيان، وما استكرهوا عليه

“Dimaafkan bagi ummatku kesalahan, lupa, dan sesuatu yang diluar kesengajaan (terpaksa).”

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi
(Mahasiswa Fakultas Hadits, Islamic University of Madinah, Saudi Arabia)
_________________
Silahkan baca halaqah sebelumnya di sini :

Home

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp

Sebarkan…!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here