Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab as Shiyam (18)

0
17

Halaqah ke-18

#Bulughul_Maram

#Kitab_Puasa

Hukum orang tua renta dan tidak mampu puasa

Hadits nomor 675

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu, ia berkata

“رُخِّصَ لِلْشيْخِ الكَبِيرِ أنْ يُفْطِرَ، وَيُطْعِمَ عَنْ كُلِّ يَوْم مِسْكِيْنًا، وَلاَ قَضَاءَ عَلَيْهِ”. رَوَاهُ الدَّارَقُطْنِيُّ، وَالحَاكِمُ، وَصَحَّحَاهُ

“Keringanan untuk tidak berpuasa diberikan kepada orang tua renta, namun harus memberi makan satu orang miskin untuk setiap satu hari yang ditinggalkan dan tidak perlu diqadha.” HR. Ad-Daruquthni, Al-Hakim dan mereka menshahihkannya.

Derajat Hadits :

Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni (2/205) dan Al-Hakim (1/440) dari jalan Khalid Al-Hadzdza, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu. Sanadnya shahih.

Penjelasan hadits :

1. Dalil bahwa orang tua renta yang tidak mampu puasa boleh tidak berpuasa dan baginya fidyah (memberi makan orang miskin sejumlah hari yang ia tinggalkan) dan tidak wajib mengqadha’ puasanya.

2. Begitu juga dengan orang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya, boleh tidak berpuasa dan fidyah.

3. Adapun wanita hamil atau menyusui maka menurut Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu dirinci sebagai berikut :
– jika khawatir atas dirinya saja maka ia harus mengqadha’ puasanya
– jika khawatir terhadap dirinya dan anaknya maka mengqadha’ dan juga fidyah.
Akan tetapi Ibnu Umar bahkan Ibnu Abbas sendiri dalam fatwanya yang lain riwayat Ad-Daruquthni dengan sanad yang shahih membolehkan fidyah saja tanpa qadha’.

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi
(Mahasiswa Fakultas Hadits, Islamic University of Madinah, Saudi Arabia)
_________________
Silahkan baca halaqah sebelumnya di sini :

Home

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp

Sebarkan…!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here