Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab as Shiyam (22)

Halaqah ke-22

#Bulughul_Maram 

#Kitab_Puasa

#Bab_puasa_sunnah_dan_hari_yang_dilarang_puasa

Hari-hari yang dianjurkan puasa

Hadits nomor 680

Dari Abu Qatadah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah ﷺ ditanya tentang puasa pada hari Arafah. Beliau ﷺ menjawab :

«يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ»، وَسُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ. قَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ» وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ, قَالَ: «ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ, وَبُعِثْتُ فِيهِ, أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ».

“Puasa tersebut dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.” 
Lantas beliau ﷺ ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, beliau ﷺ menjawab : 
“Dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu.” 
Kemudian beliau ﷺ ditanya tentang puasa hari senin, beliau ﷺ menjawab :
“Hari itu adalah hari kelahiranku, diutusnya aku, dan diturunkan wahyu kepadaku.”
(HR. Muslim)

Penjelasan hadits :

1. Dianjurkannya puasa hari Arafah (9 Dzulhijjah) bagi selain yang mengerjakan ibadah haji. Keutamaannya menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Adapun dosa besar maka harus dengan taubat nasuha. 
Diantara para ulama menafsirkan ampunan dosa setahun akan datang yaitu tidak terjatuh dalam dosa atau diberi taufiq melakukan amalan penghapus dosa ketika melakukan dosa.

2. Dianjurkannya puasa hari ‘Asyura (10 Muharram). Keutamaannya menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu. Disunnahkan berpuasa tanggal 9 dan 10 Muharram dan sebagai pembeda dengan puasa kaum yahudi, sebagaimana hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhuma bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda :

لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع

“Jika aku masih hidup tahun depan, sungguh aku akan berpuasa juga tanggal 9.”

Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu berkata :

صوموا التاسع والعاشر خالفوا اليهود

“Berpuasalah tanggal 9 dan 10, selisihilah kaum yahudi.”

3. Dianjurkannya puasa hari senin setiap pekannya. Juga puasa hari kamis sebagaimana dalam hadits Usamah bin Zaid Radhiyallahu’anhu ketika Rasulullah ﷺ ditanya tentang hari senin dan kamis beliau menjawab :

ذانك يومان تعرض فيهما الأعمال على رب العالمين وأحب أن يعرض عملي وأنا صائم

“Itulah dua hari dimana diangkatnya amalan kepada Rabb alam semesta dan aku suka jika amalanku diangkat dan aku sesang dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad) walaupun hadits ini Mudtharib (salah satu bagian hadits dhaif) akan tetapi dikuatkan oleh perkataan Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu yang diriwayatkan oleh Muslim dimana perkataan seperti ini bukanlah pendapat pribadi biasa, melainkan berdasarkan dari Rasulullah ﷺ.

4. Dalil bahwa puasa Arafah lebih afdhal dari puasa ‘Asyura.

5. Disunnahkan bagi seorang hamba untuk mengingat hari dimana Allah ﷻ memberikan padanya nikmat kemudian mensyukurinya dengan melakukan puasa atau ibadah lainnya.

✒ Abul Qasim Ayyub Soebandi
(Mahasiswa Fakultas Hadits, Islamic University of Madinah, Saudi Arabia)
_________________
Silahkan baca halaqah sebelumnya di sini :

Home

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp

Sebarkan…!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*