Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab as Shiyam (23)

0
32

Halaqah ke-23

#Bulughul_Maram 

#Kitab_Puasa

#Bab_puasa_sunnah_dan_hari_yang_dilarang_puasa

Keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal

Hadits nomor 681

Dari Abu Ayyub Al-Anshari Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda :

«مَنْ صَامَ رَمَضَانَ, ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ».

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan ramadhan, kemudian melanjutkan dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa satu tahun penuh.” (HR. Muslim)

Penjelasan hadits :

1. Dalil keutamaan berpuasa enam hari di bulan Syawal bahwa dengan melakukannya bagaikan berpuasa setahun penuh dikarenakan puasa sehari dilipat gandakan menjadi sepuluh sebagaimana hadits Tsuban Radhiyallahu’anhu riwayat An-Nasa’i dengan sanad yang Hasan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

جعل الله الحسنة بعشر، فشهر بعشر أشهر، وستة أيام بعد الفطر تمام السنة

“Allah menjadikan satu kebaikan menjadi sepuluh kebaikan, maka (berpuasa) sebulan bagaikan sepuluh bulan, dan enam hari setelah Idul fitri menyempurnakan setahun.”

Maka dengan berpuasa ramadhan bagaikan berpuasa sepuluh bulan, kemudian puasa enam hari bagaikan berpuasa dua bulan.

2. Lebih afdhal mengerjakannya berturut-turut dan boleh diselang selinggi.

3. Jika mempunyai hutang puasa ramadhan, maka hendaknya mengqadha’nya terlebih dahulu kemudian berpuasa syawal. Diantara ulama juga membolehkan mengerjakan puasa syawal dahulu kemudian qadha’ ramadhan.

✒ Abul Qasim Ayyub Soebandi
(Mahasiswa Fakultas Hadits, Islamic University of Madinah, Saudi Arabia)
_________________
Silahkan baca halaqah sebelumnya di sini :

Home

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp

Sebarkan…!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here