Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab as Shiyam (27)

Halaqah ke-27

#Bulughul_Maram 

#Kitab_Puasa

#Bab_puasa_sunnah_dan_hari_yang_dilarang_puasa

Hukum berpuasa di dua hari raya

Hadits nomor 686

Dari Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu’anhu 

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ: يَوْمِ الْفِطْرِ، وَيَوْمِ النَّحْرِ. 

Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang puasa di dua hari; hari Idul Fithri dan Idul Adha.
(Muttafaqun’alaihi)

Penjelasan hadits :

1. Dalil larangan berpuasa di dua hari raya Idul Fithri dan Idul Adha.

2. Pelarangan ini sifatnya pengharaman menurut kesepakatan para ulama.

3. Pelarangan ini untuk semua jenis puasa, baik itu puasa nadzar, puasa sunnah, puasa kaffarah.

4. Tidak boleh bernadzar untuk puasa di dua hari raya, karena nadzar seperti ini termasuk nadzar maksiat yang tidak boleh dilakukan.

5. Jika ada yang bernadzar untuk puasa di dua hari raya maka menurut ulama harus menggantinya di hari lain. Menurut pendapat ulama yang lain cukup dengan kaffarah dengan melakukan salah satu dari ketiga hal berikut :
A. Memberi makan sepuluh orang miskin.
B. Memerdekakan budak.
C. Berpuasa tiga hari.

6. Hikmah pelarangan berpuasa di hari raya Idul Fithri adalah karena ia batas kewajiban berpuasa ramadhan.

7. Hikmah pelarangan berpuasa di hari raya Idul Adha adalah karena ia diantara syi’ar Allah azza wa jalla dengan makan dan minum.

✒ Abul Qasim Ayyub Soebandi
(Mahasiswa Fakultas Hadits, Islamic University of Madinah, Saudi Arabia)
_________________
Silahkan baca halaqah sebelumnya di sini :
http://markazassunnah.net

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp

Sebarkan…!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*