Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab as Shiyam (29)

Halaqah ke-29

#Bulughul_Maram

#Kitab_Puasa

#Bab_puasa_sunnah_dan_hari_yang_dilarang_puasa

Hukum berpuasa di hari jum’at

Hadits nomor 689 & 690

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda :

«لَا تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِي, وَلَا تَخْتَصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الْأَيَّامِ, إِلَّا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ»

“Jangan kalian khususkan malam jum’at dari malam-malam lainnya untuk melaksanakan shalat malam dan jangan kalian khususkan hari jum’at dari hari-hari lainnya untuk melaksanakan puasa, kecuali memang hari itu bertepatan hari ia berpuasa.”
(HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

«لَا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ, إِلَّا أَنْ يَصُومَ يَوْمًا قَبْلَهُ, أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ».

“Janganlah ada di antara kalian yang berpuasa pada hari jum’at, kecuali jika ia memang berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.”
(Muttafaqun’alaihi)

Pelajaran hadits :

1. Dalil larangan mengkhususkan malam jum’at dari malam-malam yang lainnya dengan shalat kecuali jika memang kebiasaannya menghidupkan setiap malam.

2. Tidak boleh mengkhususkan ibadah di waktu yang tidak dikhususkan oleh syariat karena pada dasarnya ibadah boleh kapan saja dan tidak ada keutamaan waktu tertentu atas waktu yang lainnya kecuali yang memang ada syariatnya.

3. Dalil pelarangan berpuasa hanya pada hari jum’at dan pelarangan disini sifatnya makruh dan bukan haram.

4. Makruhnya berpuasa pada hari jum’at menjadi boleh dengan satu dari dua hal berikut :
A. Jika berpuasa di hari sebelumnya (kamis) atau setelahnya (sabtu) sebagaimana ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumah Juwairiyyah binti Al-Harits Radhiyallahu’anha di hari jum’at dan ketika itu Juwairiyyah berpuasa, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya “Apakah engkau puasa kemarin?”, ia berkata “tidak”, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan “Apakah engkau ingin puasa besok?”, ia menjawab “Tidak”, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan “Kalau begitu, berbukalah.” (HR. Al-Bukhari)
B. Bertepatan dengan kebiasaan berpuasa seperti puasa Daud (berpuasa sehari dan berbuka sehari), atau bertepatan dengan puasa sunnah lainnya misalnya puasa Arafah.

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi
(Mahasiswa Fakultas Hadits, Islamic University of Madinah, Saudi Arabia)
_________________
Silahkan baca halaqah sebelumnya di sini :
http://markazassunnah.net

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp

Sebarkan…!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*