Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab as Shiyam (32)

Halaqah ke-32

#Bulughul_Maram 

#Kitab_Puasa

#Bab_puasa_sunnah_dan_hari_yang_dilarang_puasa

Hukum berpuasa hari Sabtu dan Ahad

Hadits nomor 693

Dari Ummu Salamah Radhiyallahu’anha, 

 أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ أَكْثَرَ مَا يَصُومُ مِنَ الْأَيَّامِ يَوْمُ السَّبْتِ, وَيَوْمُ الْأَحَدِ, وَكَانَ يَقُولُ: «إِنَّهُمَا يَوْمَا عِيدٍ لِلْمُشْرِكِينَ, وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَهُمْ».

Bahwasanya kebanyakan puasa yang dikerjakan oleh Rasulullah ﷺ adalah pada hari Sabtu dan Ahad, dan beliau ﷺ bersabda “Hari itu adalah hari raya orang musyrik dan aku ingin menyelisihi mereka.”
(HR. An-Nasa’i dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)
Lafadz hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah.

Penjelasan hadits :

1. Hadits ini adalah Hasan. Di dalam sanadnya ada Abdullah bin Muhammad bin Umar yang haditsnya Hasan.

2. Dalil bolehnya puasa hari Sabtu dan Ahad, bahkan merupakan sunnah karena menyelisihi hari raya Yahudi di hari Sabtu dan hari raya Aashrani di hari Ahad. Maka merupakan sunnah jika menyelisihi mereka di hari rayanya karena di hari raya ummat Islam haram untuk berpuasa sebagaimana yang telah kita bahas. 

3. Hadits ini dalil mungkarnya hadits As-Shamma’ di halaqah sebelumnya karena Ummu Salamah sebagai Istri Nabi ﷺ lebih tahu keadaan Nabi ﷺ dari As-Shamma’.

4. Dalil bahwa disyariatkan menyelisihi orang-orang kafir baik  orang kafir terdahulu ataupun orang kafir di zaman ini. Sedangkan menyerupai mereka dalam hari raya mereka merupakan tanda kasih sayang dan cinta kepada mereka padahal hal itu bukanlah sifat seorang yang beriman. Allah ﷻ berfirman :

لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ 

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (Al-Mujadilah : 22)

Rasulullah ﷺ bersabda :

من تشبه بقوم فهو منهم

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Daud)

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi
_________________
Baca halaqah sebelumnya di sini :
http://markazassunnah.net

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp
_________________
Mari bergabung di Grup WA Belajar Islam Intensif (BII) dengan materi harian :
1. Penjelasan Kitabul Adab Shahih Al-Bukhari oleh Ustadz Muhammad Yusran Anshar
2. Penjelasan Kitab Bulughul Maram (Kumpulan Hadits Hukum-hukum) oleh Ustadz Abul Qasim Ayyub Soebandi 
4. Penjelasan Kitab Al-Khulashah Al-Bahiyyah (Sejarah Nabi ﷺ) oleh Ustadz Abu Abdirrazzaq Marzuki Umar
5. Bimbingan Keluarga Sakinah oleh Ustadz Muhammad Qasim Saguni
6. Tanya Jawab oleh Ustadz Abu Shofwan Maulana La Eda

Caranya :
Ketik BII#Nama#L/P#Daerah 
Kirim ke:
?0811-394-0090

Sebarkan…!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*