Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab Haji (37)

Halaqah ke-37

#Bulughul_Maram 

#Kitab_Haji

#Bab_keutamaan_haji_dan_penjelasan_atas_siapa_diwajibkan

A. Syarat wajibnya haji

712. Dari Anas bin Malik -radhiyallahu’anhu- ia berkata :

قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ, مَا السَّبِيلُ؟ قَالَ: «الزَّادُ وَالرَّاحِلَةُ». 

“Dikatakan : wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan as-sabiil?, beliau menjawab, yaitu perbekalan dan kendaraan.”
(HR. Ad-Daruquthni dan dishahihkan Al-Hakim) yang benar hadits ini mursal (perkataan tabi’in). Juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari hadits hadits Ibnu Umar, hanya saja sanadnya dhaif.

Pelajaran hadits :

1. Syarat seseorang dikatakan mampu untuk menunaikan haji adalah dengan cukupnya perbekalan berupa biaya selama perjalanan dan biaya untuk orang yang ia nafkahi selama kepergiannya, juga adanya kendaraan, mampu mengendarainya, dan perjalanan yang aman, dalam hal ini seperti biaya perjalanan pesawat dll.

B. Hukum hajinya anak kecil

713. Dari Abbas -radhiyallahu’anhuma- ia berkata :

أَنَّ النَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – لَقِيَ رَكْبًا بِالرَّوْحَاءِ فَقَالَ: «مَنِ الْقَوْمُ؟» قَالُوا: الْمُسْلِمُونَ. فَقَالُوا: مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ: «رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم» فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ امْرَأَةٌ صَبِيًّا. فَقَالَتْ: أَلِهَذَا حَجٌّ؟ قَالَ: «نَعَمْ، وَلَكِ أَجْرٌ»

Bahwa Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- bertemu dengan rombongan dari Ar-Rauhaa’, beliau bertanya “rombongan siapa ini?”, mereka menjawab “Kaum Muslimin”, mereka bertanya “anda ini siapa?”, beliau menjawab “Rasulullah”. Kemudian ada seorang wanita yang membawa anak bayi dan dibawa kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- seraya berkata “apakah anak ini boleh berhaji?” Beliau bersabda “ya, dan engkau mendapat pahala.” (HR. Muslim)

Pelajaran haji :

1. Dalil sahnya haji anak kecil walaupun belum mumayyiz tapi kewajibannya belum tertunaikan sampai ia baligh kemudian berhaji lagi.

2. Semua amalan haji anak itu terwakili dengan ikutnya ia dengan orang yang membawanya ketika melakukan amalan-amalan haji. Misalnya thawaf, tidak perlu thawaf 2x untuk diri sendiri dan anak itu.

3. Bolehnya seorang wanita meminta fatwa dari seorang laki-laki dengan syarat tidak mengundang fitnah seperti melembut-lembutkan suara dll.

4. Jika anak itu melakukan pelanggaran selama ihram maka menurut pendapat yang terkuat bahwa tidak ada denda baginya karena belum baligh.

5. Berani dan percaya diri mengakui bahwa kita adalah kaum muslimin dihadapan orang yang belum kita kenal.

6. Menanyakan perihal agama kepada orang yang kita percaya keilmuannya.

Wallahu a’lam

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi
_________________
Baca halaqah sebelumnya di sini :
http://markazassunnah.net

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp
_________________
Mari bergabung di Grup WA Belajar Islam Intensif (BII) dengan materi harian :
1. Penjelasan Kitabul Adab Shahih Al-Bukhari oleh Ustadz Muhammad Yusran Anshar
2. Penjelasan Kitab Bulughul Maram (Kumpulan Hadits Hukum-hukum) oleh Ustadz Abul Qasim Ayyub Soebandi 
4. Penjelasan Kitab Al-Khulashah Al-Bahiyyah (Sejarah Nabi ﷺ) oleh Ustadz Abu Abdirrazzaq Marzuki Umar
5. Bimbingan Keluarga Sakinah oleh Ustadz Muhammad Qasim Saguni
6. Tanya Jawab oleh Ustadz Abu Shofwan Maulana La Eda

Caranya :
Ketik BII#Nama#L/P#Daerah 
Kirim via WhatsApp ke:
? +628113940090

Sebarkan…!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*