Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab Haji (38)

Halaqah ke-38

#Bulughul_Maram 

#Kitab_Haji

#Bab_keutamaan_haji_dan_penjelasan_atas_siapa_diwajibkan

A. Hukum menghajikan seorang yang sudah tidak mampu (sakit atau tua renta)

715. Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu’anhuma- ia berkata :

كَانَ الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ رَدِيفَ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم. فَجَاءَتِ امْرَأَةٌ مَنْ خَثْعَمَ، فَجَعَلَ الْفَضْلُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا وَتَنْظُرُ إِلَيْهِ، وَجَعَلَ النَّبِيُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصْرِفُ وَجْهَ الْفَضْلِ إِلَى الشِّقِّ الْآخَرِ. فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ, إِنَّ فَرِيضَةَ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ فِي الْحَجِّ أَدْرَكَتْ أَبِي شَيْخًا كَبِيرًا, لَا يَثْبُتُ عَلَى الرَّاحِلَةِ, أَفَأَحُجُّ عَنْهُ؟ قَالَ: «نَعَمْ»، وَذَلِكَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ.

“Waktu itu Fadhl bin Abbas dibonceng oleh Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam-, lalu darang seorang wanita dari suku Khats’am. Kemudian Fadhl menoleh kepada wanita tersebut dan wanita tersebut menoleh kepada Fadhl. Lalu Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- memalingkan wajah Fadhl ke arah lain. Wanita itu bertanya : “wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji atas para hambaNya, sementara ayahku sudah sangat tua dan tidak mampu berkendaraan lagi. Apakah aku boleh menghajikannya?” Beliau menjawab : “boleh.” Kisah ini terjadi pada haji wada’.” (Muttafaqun’alaih). Lafadz hadits ini adalah riwayat Al-Bukhari.

Pelajaran hadits :

1. Bolehnya menghajikan seorang yang tidak mampu lagi, baik ia sudah sakit-sakitan atau tua tenta.

2. Bolehnya seorang wanita menghajikan laki-laki atau sebaliknya dengan syarat orang yang menghajikan sudah pernah haji.

3. Disunnahkan membonceng seseorang diatas binatang atau dengan syarat tidak mendzalimi binatang atau kendaraan itu (tidak melebihi muatan yang sewajarnya). Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- telah membonceng lebih dari 40 orang sahabatnya.

4. Bolehnya seorang wanita meminta fatwa kepada laki-laki dengan syarat tidak menimbulkan fitnah.

5. Menjaga diri dan orang lain dari hal-hal yang menimbulkan fitnah seperti melihat wajah wanita bukan mahram, apatah lagi dimusim haji yang seharusnya moment untuk lebih khusyu beribadah.

6. Mengingkari perbuatan mungkar dengan tangan jika mampu.

6. Dalil wajibnya menundukkan pandangan dan anjuran agar wanita menutup wajahnya jika berada di depan lelaki bukan mahram.

B. Hukum menghajikan seorang yang bernadzar haji tetapi meninggal sebelum menunaikan nadzarnya.

716. Juga dari Ibnu Abbas -radhiyallahu’anhuma- ia berkata

أَنَّ امْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَتْ: إِنَّ أُمِّي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ, فَلَمْ تَحُجَّ حَتَّى مَاتَتْ, أَفَأَحُجُّ عَنْهَا؟ قَالَ: «نَعَمْ, حُجِّي عَنْهَا, أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ, أَكُنْتِ قَاضِيَتَه؟اقْضُوا اللَّهَ, فَاللَّهُ أَحَقُّ بِالْوَفَاءِ»

Seorang wanita Juhainah datang menghadap Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- dan berkata : “ibuku bernadzar untuk menunaikan haji, namun ia belum melaksanakannya hingga ia meninggal. Apakah aku boleh menghajikannya?.” Beliau menjawab : “ya, hajikanlah. Bukankah jika ibumu punya utang engkaulah yang akan membayarkannya? Oleh karena itu hutang terhadap Allah lebih berhak untuk dibayar.” (HR. Al-Bukhari).

Pelajaran hadits :

1. Sunnah menghajikan seorang yang bernadzar haji tetapi meninggal sebelum menunaikan nadzarnya walaupun dengan menggunakan harta ahli warisnya.

2. Bolehnya bernadzar untuk melakukan ibadah dan wajib menunaikannya. Adapun jika nadzar bermaksiat maka tidak boleh melakukannya.

3. Dalil bolehnya qiyas (mengkiaskan) bahwasanya hal itu salah satu dasar syariat, karena Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- mengkiaskan utang kepada Allah dengan utang kepada makhluk.

Wallahu a’lam

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi
_________________
Baca halaqah sebelumnya di sini :
http://markazassunnah.net

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp
_________________
Mari bergabung di Grup WA Belajar Islam Intensif (BII) dengan materi harian :
1. Penjelasan Kitabul Adab Shahih Al-Bukhari oleh Ustadz Muhammad Yusran Anshar
2. Penjelasan Kitab Bulughul Maram (Kumpulan Hadits Hukum-hukum) oleh Ustadz Abul Qasim Ayyub Soebandi 
3. Penjelasan Kitab Al-Khulashah Al-Bahiyyah (Sejarah Nabi ﷺ) oleh Ustadz Abu Abdirrazzaq Marzuki Umar
4. Bimbingan Keluarga Sakinah oleh Ustadz Muhammad Qasim Saguni
5. Tanya Jawab oleh Ustadz Abu Shofwan Maulana La Eda

Caranya :
Ketik BII#Nama#L/P#Daerah 
Kirim via WhatsApp ke:
? +628113940090

Sebarkan…!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*