Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab Haji (39)

Halaqah ke-39

#Bulughul_Maram

#Kitab_Haji

#Bab_keutamaan_haji_dan_penjelasan_atas_siapa_diwajibkan

A. Hajinya anak kecil dan hamba sahaya belum menggugurkan kewajiban hajinya

Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu’anhuma- ia berkata,

«أَيُّمَا صَبِيٍّ حَجَّ, ثُمَّ بَلَغَ الْحِنْثَ, فَعَلَيْهِ [أَنْ يَحُجَّ] حَجَّةً أُخْرَى, وَأَيُّمَا عَبْدٍ حَجَّ, ثُمَّ أُعْتِقَ, فَعَلَيْهِ [أَنْ يَحُجَّ] حَجَّةً أُخْرَى»

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda “Anak kecil manapun yang sudah melaksanakan haji maka setelah baligh ia wajib melaksanakan haji sekali lagi. Seorang hamba sahaya jika sudah melaksanakan haji kemudian ia dimerdekakan maka ia wajib melaksanakan haji sekali lagi.”
(HR. Ibnu Abi Syaibah dan Al-Baihaqi dengan perawi yang tsiqah). Hanya saja para ulama berbeda pendapat mengenai sanadnya yang marfu. Yang benar hadits ini mauquf.

Pelajaran hadits :

1. Hajinya anak kecil yang belum baligh dan hamba sahaya adalah sah, akan tetapi belum menggugurkan kewajiban haji islamnya sampai ia baligh dan merdeka. Maka bagi mereka kembali berhaji jika mampu.

B. Hukum safar seorang wanita (menunaikan haji) tanpa mahram.

Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu’anhuma- ia berkata,

«لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ, وَلَا تُسَافِرُ الْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ»، فَقَامَ رَجُلٌ, فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ, إِنَّ امْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً, وَإِنِّي اكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا, قَالَ: «انْطَلِقْ, فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ».

“Aku mendengar Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- berkhutbah yang isinya : “Janganlah seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita kecuali jika wanita itu bersama mahramnya.” Seorang lelaki berkata : “wahai Rasulullah, istriku hendak pergi melaksanakan haji sementara namaku sudah terdaftar untuk peperangan ini.” Beliau menjawab : “pergilah laksanakan haji bersama istrimu.” (Muttafaqun’alaih) Lafadznya riwayat Muslim.

Pelajaran hadits :

1. Haramnya berdua-duaan dengan lawan jenis tanpa adanya mahram si wanita.

2. Haramnya seorang wanita melakukan perjalanan tanpa ditemani mahramnya yang baligh dan waras walaupun itu ibadah seperti haji.

3. Mulianya syariat islam yang sangat menjaga kesucian para wanita dari gangguan.

4. Mengutamakan perkara yang lebih penting dari perkara penting lainnya. Sebagaimana Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- menyuruh lelaki ini menemani istrinya dan absen dari berperang, karena berperang bisa dilakukan orang selainnya.

Wallahu a’lam

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi
_________________
Baca halaqah sebelumnya di sini :
http://markazassunnah.net

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp
_________________
Mari bergabung di Grup WA Belajar Islam Intensif (BII) dengan materi harian :
1. Penjelasan Kitabul Adab Shahih Al-Bukhari oleh Ustadz Muhammad Yusran Anshar
2. Penjelasan Kitab Bulughul Maram (Kumpulan Hadits Hukum-hukum) oleh Ustadz Abul Qasim Ayyub Soebandi
3. Penjelasan Kitab Al-Khulashah Al-Bahiyyah (Sejarah Nabi ﷺ) oleh Ustadz Abu Abdirrazzaq Marzuki Umar
4. Bimbingan Keluarga Sakinah oleh Ustadz Muhammad Qasim Saguni
5. Tanya Jawab oleh Ustadz Abu Shofwan Maulana La Eda

Caranya :
Ketik BII#Nama#L/P#Daerah
Kirim via WhatsApp ke:
? +628113940090

Sebarkan…!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*