Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab Haji (40)

Halaqah ke-40

#Bulughul_Maram 

#Kitab_Haji

#Bab_keutamaan_haji_dan_penjelasan_atas_siapa_diwajibkan

A. Syarat menghajikan seseorang.

719. Juga dari Ibnu Abbas -radhiyallahu’anhuma- :

أَنَّ النَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ: لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ, قَالَ: «مَنْ شُبْرُمَةُ؟» قَالَ: أَخٌ لِي, أَوْ قَرِيبٌ لِي, قَالَ: «حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ؟» قَالَ: لَا. قَالَ: «حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ, ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ».

Bahwa Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- mendengar seorang lelaki berkata “Labbaika ‘an Syubrumah (Aku memenuhi panggilanmu ya Allah untuk Syubrumah).” Beliau bertanya “siapa Syubrumah itu?” Ia menjawab “saudaraku atau kerabatku” beliau bertanya “apakah engkau pernah melaksanakan haji untuk dirimu?” Ia menjawab “belum” beliau bersabda “laksanakan haji untuk dirimu dulu, beri kemudian untuk Syubrumah.” 
(HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban). Menurut Ahmad yang benar adalah sanadnya mauquf.

Pelajaran hadits :

1. Tidak boleh menghajikan seseorang jika belum melaksanakan haji untuk diri sendiri. Namun jika terjadi maka hajinya itu tercatat bagi dirinya dan tidak tercatat bagi orang lain.

2. Dianjurkannya menyebutkan nama orang yang dihajikan ketika talbiyah, begitu juga jika mengumrahkan seseorang. Mengatakan “Labbaika hajjan ‘an (nama yang dihajikan)” atau “labbaika umratan ‘an (nama yang diumrahkan.” Jika lupa namanya maka tidak mengapa dan cukup baginya berniat.

3. Bolehnya menghajikan/umrahkan keluarga atau kerabat, baik masih hidup atau telah meninggal.

4. Hendaknya seorang yang mau berfatwa agar memperjelas perkara atau permasalahan sebelum berfatwa. 

5. Hendaknya orang yang menghajikan atau mengumrahkan untuk tidak meniatkannya mencari nafkah, karena menjadikan amalan ibadah sebagai mata pencarian bukanlah sifat orang shaleh. Hendaknya ia berniat menolong saudaranya dan ingin melihat tanah suci serta melakukan ibadah di dalamnya. Adapun biaya yang diberikan maka gunakan sebaik-baiknya untuk bekal perjalanan, namun jika lebih maka boleh dikembalikan boleh juga diambil.

6. Hendaknya menunaikan kepercayaan orang yang dihajikan dengan sebaik-baiknya.

B. Kewajiban haji hanya sekali dalam seumur hidup.

720. Juga dari Ibnu Abbas -radhiyallahu’anhuma- ia berkata

خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ: «إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ»، فَقَامَ الْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ فَقَالَ: أَفِي كُلِّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «لَوْ قُلْتُهَا لَوَجَبَتْ, الْحَجُّ مَرَّةٌ, فَمَا زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ».

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- berkhutbah di hadapan kami yang isinya : “Sesungguhnya Allah mewajibkan haji atas kalian.” Al-Aqra’ bin Haabis berkata “apakah setiap tahun ya Rasulullah?” Beliau menjawab “jika aku katakan Ya, niscaya akan menjadi wajib setiap tahun. Haji hanya sekali dan selebihnya adalah sunnah.” (HR. Imam yang lima kecuali At-Tirmidzi)

Pelajaran hadits :

1. Dalil bahwa kewajiban haji hanya sekali dalam seumur hidup bagi yang mampu, adapun lebih dari itu maka hukumnya sunnah.

2. Syariat islam dibangun diatas kemudahan.

3. Apa-apa yang tidak ada dalam syariat maka tidak dibebankan

4. Lemah lembutnya Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- terhadap ummatnya dan perhatiannya beliau kepada para sahabatnya dengan nasehat dan pengajaran.

Wallahu a’lam

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi
_________________
Baca halaqah sebelumnya di sini :
http://markazassunnah.net

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp
_________________
Mari bergabung di Grup WA Belajar Islam Intensif (BII) dengan materi harian :
1. Penjelasan Kitabul Adab Shahih Al-Bukhari oleh Ustadz Muhammad Yusran Anshar
2. Penjelasan Kitab Bulughul Maram (Kumpulan Hadits Hukum-hukum) oleh Ustadz Abul Qasim Ayyub Soebandi 
3. Penjelasan Kitab Al-Khulashah Al-Bahiyyah (Sejarah Nabi ﷺ) oleh Ustadz Abu Abdirrazzaq Marzuki Umar
4. Bimbingan Keluarga Sakinah oleh Ustadz Muhammad Qasim Saguni
5. Tanya Jawab oleh Ustadz Abu Shofwan Maulana La Eda

Caranya :
Ketik BII#Nama#L/P#Daerah 
Kirim via WhatsApp ke:
? +628113940090

Sebarkan…!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*