Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab Haji (44)

Halaqah ke-44

#Bulughul_Maram 

#Kitab_Haji

#Bab_ihram_dan_hal_hal_yang_berkaitan_dengannya

A. Tempat berihramnya Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- 

728. Dari Ibnu Umar -radhiyallahu’anhu- ia berkata :

“مَا أَهَلَّ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِلَّا مِنْ عِنْدِ الْمَسْجِدِ.”

“Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- tidak mengucapkan talbiyah kecuali dari masjid.” 
(Muttafaqun ‘alaihi)

Pelajaran hadits :

1. Yang dimaksud dengan ihram adalah niat sebelum memasuki haji atau umrah atau keduanya sekaligus, bukan memakai pakaian ihramnya. Adapun memakai pakaian ihram boleh sebelum memasuki miqat.

2. Nabi memulai bertalbiyah ketika di masjid Dzul Hulaifah (miqat penduduk madinah dan orang yang melaluinya).

3. Waktu yang lebih afdhal untuk bertalbiyah adalah ketika semua urusan di miqat (mandi dan ganti pakaian dll) selesan dan telah berada diatas kendaraan.

B. Disyariatkan mengangkat suara ketika talbiyah.

729. Dari Khallad bin Sa’ib dari Ayahnya -radhiyallahu’anhu- bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «أَتَانِي جِبْرِيلُ, فَأَمَرَنِي أَنْ آمُرَ أَصْحَابِي أَنْ يَرْفَعُوا أَصْوَاتَهُمْ بِالْإِهْلَالِ»

“Aku didatangi jibril, lalu ia menyuruhku agar aku memerintahkan para sahabatku mengangkat suaranya ketika bertalbiyah.”
(Diriwayatkan oleh imam yang lima, dan dishahihkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Pelajaran hadits :

1. Disunnahkan mengangkat suara ketika bertalbiyah.

2. Perintah mengangkat suara hanya untuk laki-laki, adapun wanita maka bertalbiyah dengan merendahkan suaranya.

3. Boleh seorang wanita mengangkat suaranya jika hanya bersama dengan mahramnya, adapun jika bersama mereka laki-laki bukan mahram maka tidak boleh meninggikan suaranya.

C. Disyariatkannya mandi saat ihram.

730. Dari Zaid bin Tsabit -radhiyallahu’anhu- ia berkata :

أَنَّ النَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – تَجَرَّدَ لِإِهْلَالِهِ وَاغْتَسَلَ.

Bahwa Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- melepas pakaiannya untuk berihram dan mandi. 
(HR. At-Tirmidzi dan ia menghasankannya).

Pelajaran hadits :

1. Disyariatkannya menanggalkan pakaian yang berjahit (pakaian yang berbentuk badan seperti baju, celana dll) saat ihram dan hanya memakai kain ihram kemudian menjadikannya sarung dan selendang.

2. Disunnahkan mandi saat ihram agar bersih, segar, dan lebih semangat melakukan ibadah. Bahkan walaupun jika ia seorang wanita yang haid. Jika tidak ada air maka berwudhu.

3. Dianjurkan mencukur bulu-bulu kemaluan dan menggunting kuku saat mandi.

Wallahu a’lam

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi
_________________
Baca halaqah sebelumnya di sini :
http://markazassunnah.net

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp
_________________
Mari bergabung di Grup WA Belajar Islam Intensif (BII) dengan materi harian :
1. Penjelasan Kitabul Adab Shahih Al-Bukhari oleh Ustadz Muhammad Yusran Anshar.
2. Penjelasan Kitab Bulughul Maram (Kumpulan Hadits Hukum-hukum) oleh Ustadz Abul Qasim Ayyub Soebandi.
3. Penjelasan Kitab Al-Khulashah Al-Bahiyyah (Sejarah Nabi ﷺ) oleh Ustadz Abu Abdirrazzaq Marzuki Umar.
4. Bimbingan Keluarga Sakinah oleh Ustadz Muhammad Qasim Saguni.
5. Tanya Jawab oleh Ustadz Abu Shofwan Maulana La Eda.

Caranya :
Ketik BII#Nama#L/P#Daerah 
Kirim via WhatsApp ke:
? +628113940090

Sebarkan…!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*