Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab Haji (49)

Halaqah ke-49

#Bulughul_Maram 

#Kitab_Haji

#Bab_ihram_dan_hal_hal_yang_berkaitan_dengannya

A. Keharaman kota Makkah.

739. Dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu- ia berkata, 

 لَمَّا فَتَحَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ – صلى الله عليه وسلم – مَكَّةَ, قَامَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِي النَّاسِ، فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ, ثُمَّ قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ حَبَسَ عَنْ مَكَّةَ الْفِيلَ, وَسَلَّطَ عَلَيْهَا رَسُولَهُ وَالْمُؤْمِنِينَ, وَإِنَّهَا لَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ كَانَ قَبْلِي, وَإِنَّمَا أُحِلَّتْ لِي سَاعَةٌ مِنْ نَهَارٍ, وَإِنَّهَا لَنْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ بَعْدِي, فَلَا يُنَفَّرُ صَيْدُهَا, وَلَا يُخْتَلَى شَوْكُهَا, وَلَا تَحِلُّ سَاقِطَتُهَا إِلَّا لِمُنْشِدٍ, وَمَنْ قُتِلَ لَهُ قَتِيلٌ فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ». فَقَالَ الْعَبَّاسُ: إِلَّا الْإِذْخِرَ, يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ فَإِنَّا نَجْعَلُهُ فِي قُبُورِنَا وَبُيُوتِنَا, فَقَالَ: «إِلَّا الْإِذْخِرَ».

Ketika Allah subhanahu wata’ala membukakan kemenangan bagi RasulNya shallallahu ‘alaihi wasallam atas Kota Makkah, Beliau berdiri di hadapan manusia, maka Beliau memuji Allah dan mensucikanNya kemudian bersabda: “Sesungguhnya Allah telah melarang menawan gajah di Makkah ini dan menyerahkan urusannya kepada RasulNya dan Kaum Mu’minin, karena di tanah Makkah ini tidaklah dihalalkan bagi seorangpun sebelumku dan sesungguhnya pernah dihalalkan buatku pada suatu masa di suatu hari dan juga tidak dihalalkan bagi seseorang setelah aku. Maka tidak boleh diburu binatang buruannya, tidak boleh dipotong durinya, dan tidak boleh diambil barang temuan disana kecuali untuk diumumkan dan dicari pemiliknya. Barangsiapa yang dibunuh maka keluarga korban memiliki dua pilihan apakah dia akan meminta tebusan uang atau meminta balasan dari keluarga korban”. Maka berkatalah Al ‘Abbas: “Kecuali pohon Idzhir, karena pohon itu kami gunakan sebagai wewangian di kuburan kami dan di rumah kami”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Ya, kecuali pohon Idzhir”. (Muttafaqun’alaihi)

Pelajaran hadits :

1. Dalil disyariatkannya berkhutbah menasehati manusia dan menjelaskan hukum syariat.

2. Memulai khutbah dengan memuji Allah azza wa jalla dan RasulNya -shallallahu ‘alaihi wasallam-.

3. Allah Maha Kuat menghancurkan musuh-musuhNya.

4. Haramnya membunuh dan berperang di kota Makkah terkecuali dua keadaan :
a) Berperang karena bertahan dari serangan musuh.
b) Menegakkan hukuman bagi pelaku kriminal.

5. Larangan memburu atau membunuh hewan buruan di makkah.

6. Larangan memotong tumbuhan alami (bukan hasil tanaman manusia) di Makkah. Adapun tanaman Idkhir maka boleh.

7. Hukuman bagi orang yang membunuh dengan sengaja adalah qishas, kecuali jika keluarga korban memaafkan maka baginya denda sebagaimana tuntutan keluarga korban.

B. Keharaman kota Madinah.

740. Dari Abdullah bin Zaid bin Ashim -radhiyallahu’anhu- bahwasanya Rasululah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ وَدَعَا لِأَهْلِهَا, وَإِنِّي حَرَّمْتُ الْمَدِينَةَ كَمَا حَرَّمَ إِبْرَاهِيمُ مَكَّةَ، وَإِنِّي دَعَوْتُ فِي صَاعِهَا وَمُدِّهَا بِمِثْلَيْ مَا دَعَا إِبْرَاهِيمُ لِأَهْلِ مَكَّةَ.

“Sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan Makkah dan mendoakan penduduknya dan sesungguhnya aku mengharamkan Madinah sebagaimana Ibrahim telah mengharamkan Makkah. Dan sesungguhnya aku juga berdoa agar setiap sha` dan mudnya diberkahi dua kali lipat dari yang didoakan Ibrahim untuk penduduk Makkah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Pelajaran hadits :

1. Dalil Madinah adalah tanah haram dan Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- yang mengharamkannya dan berlaku hukum-hukum sebagaimana haramnya kota Makkah.

2. Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- mendo’akan keberkahan dan kelapangan rezeki bagi penduduk Madinah.

C. Batas tanah haram Madinah.

741. Dari Ali bin Abu Thalib -radhiyallahu’anhu- bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

الْمَدِينَةُ حَرَمٌ مَا بَيْنَ عَيْرٍ إِلَى ثَوْرٍ.

“Madinah adalah tanah haram antara ‘Air sampai Tsaur.” (HR. Muslim)

Pelajaran hadits :

1. Tanah haram Madinah sebelah selatan mulai dari gunung ‘Air, gunung coklat pekat memanjang dari arah timur ke barat dekat Dzul Hulaifah (miqat madinah). Adapun batas tanah haram sebelah utara adalah gunung Tsaur, gunung kecil melingkar dibelakang gunung Uhud sebelah selatannya. 

2. Perbatasan tanah haram Madinah sebelah timur adalah sebelah timur Baqi’ adapun perbatasan sebelah barat adalah wadi (sungai) Al-Aqiq.

3. Faedah dari mengetahui perbatasan ini adalah mengetahui keberkahan do’a Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam-, keharaman berburu, terhalangnya Dajjal memasuki Madinah, begitu juga penyakit Tha’un dan peristiwa-peristiwa lainnya sebagaimana dalam hadits. Adapun berkaitan dengan pahala shalat di Masjid Nabawi adalah khusu Masjid Nabawi saja tanpa masjid yang lainny di kota Madinah sebagaimana yang akan kita bahas insya Allah.

Wallahu a’lam

Halaqah selanjutnya :
Sifat ibadah haji dan memasuki kota Makkah.

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi
_________________
Baca halaqah sebelumnya di sini :
http://markazassunnah.net

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp
_________________
Mari bergabung di Grup WA Belajar Islam Intensif (BII) dengan materi harian :
1. Penjelasan Kitabul Adab Shahih Al-Bukhari oleh Ustadz Muhammad Yusran Anshar.
2. Penjelasan Kitab Bulughul Maram (Kumpulan Hadits Hukum-hukum) oleh Ustadz Abul Qasim Ayyub Soebandi.
3. Penjelasan Kitab Al-Khulashah Al-Bahiyyah (Sejarah Nabi ﷺ) oleh Ustadz Abu Abdirrazzaq Marzuki Umar.
4. Bimbingan Keluarga Sakinah oleh Ustadz Muhammad Qasim Saguni.
5. Tanya Jawab oleh Ustadz Abu Shofwan Maulana La Eda.

Caranya :
Ketik BII#Nama#L/P#Daerah 
Kirim via WhatsApp ke:
? +628113940090

Sebarkan…!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*