Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab Haji (53)

Halaqah ke-53

#Bulughul_Maram 

#Kitab_Haji

#Bab_sifat_ibadah_haji_dan_memasuki_kota_makkah

A. Hukum berdo’a setelah talbiyah.

743. Dari Khuzaimah bin Tsabit -radhiyallahu’anhu- :

أَنَّ النَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا فَرَغَ مِنْ تَلْبِيَتِهِ فِي حَجٍّ أَوْ عُمْرَةٍ سَأَلَ اللَّهَ رِضْوَانَهُ وَالْجَنَّةَ، وَاسْتَعَاذَ بِرَحْمَتِهِ مِنَ النَّارِ. رَوَاهُ الشَّافِعِيُّ بِإِسْنَادٍ ضَعِيفٍ.

Bahwa apabila Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- telah selesai dari talbiyahnya dalam haji atau umrah, beliau memohon kepada Allah akan ridhaNya dan surga, dan berlindung dengan rahmat-Nya dari api neraka. (HR. As-Syafi’i dengan sanad yang lemah).

Penjelasan hadits :

1. Hadits ini dhaif, dalam sanadnya ada Shaleh bin Muhammad bin Abu Zaa’idah seorang perawi dhaif. Begitu juga syeikhnya As-Syafi’i yaitu Ibrahim bin Muhammad dimana ulama hadits sepakat bahwa ia dhaif.

2. Walaupun hadits ini dhaif, bukan berarti tidak boleh berdoa setelah talbiyah. Berdoa setelah talbiyah atau kapan saja dengan makna doa diatas dan doa lainnya boleh, hanya saja tidak menisbatkan doa diatas kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam-. 

B. Menyembelih kurban dimana saja di mina dan wukuf dimana saja di Arafah.

744. Dari Jabir -radhiyallahu’anhu- ia berkata, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

«نَحَرْتُ هَاهُنَا, وَمِنًى كُلُّهَا مَنْحَرٌ, فَانْحَرُوا فِي رِحَالِكُمْ, وَوَقَفْتُ هَاهُنَا، وَعَرَفَةُ كُلُّهَا مَوْقِفٌ, وَوَقَفْتُ هَاهُنَا وَجَمْعٌ كُلُّهَا مَوْقِفٌ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

“Aku berkurban di sini dan Mina seluruhnya tampat penyembelihan kurban, maka berkurbanlah di tempat kemah-kemahmu. Aku wukuf di sini dan Arafah seluruhnya tempat wukuf. Aku menginap di sini dan Mudzalifah seluruhnya tempat menginap.” (HR. Muslim).

Pelajaran hadits :

1. Dalil bahwa menyembelih sah dilakukan dimana saja dalam tanah haram. Baik di Makkah, Mina atau Muzdalifah.

2. Dalil bahwa wukuf sah dimana saja di padang Arafah selama tidak keluar dari batas Arafah.

3. Begitu juga di Muzdalifah, bisa mnginap dimana saja.

4. Kelonggaran dalam ibadah haji dan syariat islam secara umum.

C. Lewat mana masuk dan keluar Makkah?

745. Dari Aisyah -radhiyallahu’anha- :

أَنَّ النَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – لَمَّا جَاءَ إِلَى مَكَّةَ دَخَلَهَا مِنْ أَعْلَاهَا, وَخَرَجَ مِنْ أَسْفَلِهَا. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. 

Bahwa ketika Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- datang ke Mekkah, beliau masuk dari jalan atasnya dan keluar dari jalan bawahnya. (Muttafaqun’alaihi).

Pelajaran hadits :

1. Dalil bahwa Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- jika memasuki makkah beliau lewat jalan atas yang sekarang di kenal Kadaa’ (jalan antara pekuburan Ma’la’) dan beliau keluar lewat jalan bawah yang sekarang dikenal Kudey (jalan menuju Jarwal).

2. Ulama berbeda pendapat apakah itu sunnah atau bukan karena Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- melewati jalan-jalan itu karena memang kebetulan lewat disitu. Maka kembali ke yang mudah dilakukan.

Wallahu a’lam.

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi
_________________
Baca halaqah sebelumnya di sini :
http://markazassunnah.net

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp
_________________
Mari bergabung di Grup WA Belajar Islam Intensif (BII) dengan materi harian :
1. Penjelasan Kitabul Adab Shahih Al-Bukhari oleh Ustadz Muhammad Yusran Anshar.
2. Penjelasan Kitab Bulughul Maram (Kumpulan Hadits Hukum-hukum) oleh Ustadz Abul Qasim Ayyub Soebandi.
3. Penjelasan Kitab Al-Khulashah Al-Bahiyyah (Sejarah Nabi ﷺ) oleh Ustadz Abu Abdirrazzaq Marzuki Umar.
4. Bimbingan Keluarga Sakinah oleh Ustadz Muhammad Qasim Saguni.
5. Tanya Jawab oleh Ustadz Abu Shofwan Maulana La Eda.

Caranya :
Ketik BII#Nama#L/P#Daerah 
Kirim via WhatsApp ke:
? +628113940090

Sebarkan…!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*