Seri Faedah Bulugh al Maram – Kitab Haji (54)

Halaqah ke-54

#Bulughul_Maram 

#Kitab_Haji

#Bab_sifat_ibadah_haji_dan_memasuki_kota_makkah

A. Anjuran mandi sebelum memasuki kota Makkah.

746. Dari Ibnu Umar -radhiyallahu’anhuma- 

أَنَّهُ كَانَ لَا يَقْدُمُ مَكَّةَ إِلَّا بَاتَ بِذِي طُوَى حَتَّى يُصْبِحَ وَيَغْتَسِلَ, وَيَذْكُرُ ذَلِكَ عن النَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Bahwa ia tidak datang ke Mekkah kecuali setelah bermalam di Dzu Thuwa hingga pagi dan mandi. Ia menyebut hal itu dari Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-. (Muttafaqun ‘alaihi).

Pelajaran hadits :

1. Dzu Thuwa adalah sebuah sumur berada di Jarwal depan Rumah Bersalin.

2. Anjuran bermalam di Dzu Thuwa dan masuk Makkah setelah siang menurut kebanyakan ulama.

3. Anjuran mandi dimana saja sebelum memasuki kota Makkah agar segar dan semangat sebelum memulai tawaf.

B. Hukum sujud (meletakan dahi dan hidung) pada Hajar Aswad.

Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu’anhuma- :

أَنَّهُ كَانَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ الْأَسْوَدَ وَيَسْجُدُ عَلَيْهِ. رَوَاهُ الْحَاكِمُ مَرْفُوعًا, وَالْبَيْهَقِيُّ مَوْقُوفًا.

Bahwa ia pernah mencium Hajar Aswad dan meletakkan jidat padanya. Diriwayatkan oleh Hakim dengan marfu’ dan Baihaqi dengan mauquf.

Pelajaran hadits :

1. Dalil anjuran mencium hajar aswad ketika memulai tawaf dan setiap melaluinya ketika tawaf jika mudah.

2. Dalil anjuran meletakkan jidat dan hidung pada hajar aswad akan tetapi hal ini tidak dicontohkan oleh Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- melainkan hanya mencium. Oleh karenanya diantara para ulama ada yg mengatakan hal ini bukanlah sunnah akan tetapi boleh-boleh saja karena sahabat yang lain ada juga melakukannya.

C. Syariat lari-lari kecil saat tawaf dan tempatnya.

Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu’anhuma- ia berkata :

أَمَرَهُمْ النَّبِيُّ – صلى الله عليه وسلم – أَنْ يَرْمُلُوا ثَلَاثَةَ أَشْوَاطٍ، وَيَمْشُوا أَرْبَعًا, مَا بَيْنَ الرُّكْنَيْنِ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Mereka diperintahkan oleh Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- agar berlari-lari kecil tiga kali putaran pertama dan berjalan biasa di empat putaran antara dua rukun (Hajar Aswad dan rukun Yamani). (Muttafaqun’alaihi).

Pelajaran hadits :

1. Dalil disyariatkannya berlari-lari kecil di tiga putaran pertama saat tawaf bagi laki-laki kecuali diantara dua rukun (sudut ka’bah) Yamani dan Aswad.

2. Perintah berlari-lari kecil ini karena dahulu Rasulullah memperlihatkan kepada kaum musyrikin bahwa mereka bukan kaum yang lemah dan loyo sebagaimana anggapan mereka. Namun disaat mereka berada di antara rukun yamani dan aswad, kaum musyrikin tidak melihat mereka oleh karenanya Rasulullah memerintahkan agar berjalan santai.

3. Anjuran memperlihatkan kekuatan kepada kaum kuffar.

4. Memperlihatkan semangat dalam ibadah dengan maksud baik bukan berarti mengurangi keikhlasan.

D. Dari Ibnu Umar -radhiyallahu’anhuma- ia berkata :

لَمْ أَرَ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَسْتَلِمُ مِنَ الْبَيْتِ غَيْرَ الرُّكْنَيْنِ الْيَمَانِيَيْنِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ. 

Aku tidak pernah melihat Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- menyentuh bagian Ka’bah kecuali dua rukun Yamani (yamani dan aswad). (HR. Muslim).

Pelajaran hadits :

1. Dalil disyariatkannya menyentuh hajar aswad dan rukun yamani saat tawaf.

2. Hajar aswad disyariatkan dengan menyentuh, mencium atau isyarat dari jauh seraya membaca “Allahu Akbar”. Adapun rukun yamani hanya menyentuh tanpa mencium dan tanpa isyarat.

3. Sunnah Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- adalah apa yang beliau contohkan, baik itu beliau lakukan atau tinggalkan. Maka ketika beliau -shallallahu ‘alaihi wasallam- tidak menyentuh bagian ka’bah kecuali dua sudut ini, maka kita juga tidak menyentuh kecuali dua sudut ini. Tidak menyentuh hijr Ismail dan juga maqam Ibrahim sebagaimana kesalahan banyak jama’ah haji saat ini.

Wallahu a’lam.

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi
_________________
Baca halaqah sebelumnya di sini :
http://markazassunnah.net

Mau dapatkan pesan seperti ini?
Add Ayyub Soebandi di Facebook atau Inbox nama dan daerah asal ke +966501548236 di WhatsApp
_________________
Mari bergabung di Grup WA Belajar Islam Intensif (BII) dengan materi harian :
1. Penjelasan Kitabul Adab Shahih Al-Bukhari oleh Ustadz Muhammad Yusran Anshar.
2. Penjelasan Kitab Bulughul Maram (Kumpulan Hadits Hukum-hukum) oleh Ustadz Abul Qasim Ayyub Soebandi.
3. Penjelasan Kitab Al-Khulashah Al-Bahiyyah (Sejarah Nabi ﷺ) oleh Ustadz Abu Abdirrazzaq Marzuki Umar.
4. Bimbingan Keluarga Sakinah oleh Ustadz Muhammad Qasim Saguni.
5. Tanya Jawab oleh Ustadz Abu Shofwan Maulana La Eda.

Caranya :
Ketik BII#Nama#L/P#Daerah 
Kirim via WhatsApp ke:
? +628113940090

Sebarkan…!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*